JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat komitmen dalam memastikan kualitas infrastruktur jalan tol melalui penandatanganan Lembar Komitmen Pemenuhan Mutu Konstruksi Jalan Tol yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga pada Kamis (29/10) di Jakarta.
Langkah ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan guna memperkuat konektivitas serta mendukung pemerataan ekonomi antardaerah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar, Plt. Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ira Ariani Chaerunisa, Direktur Jalan Bebas Hambatan Dedy Gunawan, Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan, serta perwakilan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan penyedia jasa.
Penandatanganan ini merupakan wujud komitmen bersama untuk memastikan seluruh tahapan konstruksi jalan tol dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, standar kualitas, dan ketentuan yang berlaku.
Penguatan pengawasan dan pengendalian mutu menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan infrastruktur, mulai dari tahap perencanaan dan pelaksanaan konstruksi hingga jalan tol beroperasi dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Komitmen tersebut juga menjadi landasan dalam mendukung pemenuhan Service Level Agreement (SLA) sebagai acuan terhadap kualitas dan tingkat pelayanan jalan tol. Dengan mutu konstruksi yang terjaga sejak tahap pembangunan, infrastruktur yang dihasilkan diharapkan mampu mendukung pencapaian standar pelayanan, khususnya dari aspek kondisi jalan, keselamatan, kenyamanan, dan keandalan fasilitas pendukung selama masa operasional.
Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan menyampaikan bahwa pemenuhan mutu menjadi aspek fundamental dalam pembangunan dan pengelolaan infrastruktur jalan tol.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan, tetapi juga dari kualitas konstruksi yang mampu mempertahankan kinerja pelayanan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Bagi Hutama Karya, mutu konstruksi merupakan prioritas yang harus dijaga dalam setiap tahapan pekerjaan. Kualitas pembangunan yang baik menjadi fondasi penting dalam memastikan jalan tol dapat beroperasi secara optimal dan memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan. Karena itu, kami berkomitmen untuk menjaga kualitas infrastruktur secara berkelanjutan, termasuk dalam mendukung pemenuhan SLA, sehingga pengguna jalan dapat merasakan perjalanan yang aman, nyaman, dan andal,” ujar Iwan.
Lebih lanjut, pemenuhan mutu konstruksi membutuhkan sinergi antara seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, BUJT, maupun penyedia jasa. Keselarasan dalam penerapan standar teknis, pengawasan, dan evaluasi menjadi kunci untuk memastikan kualitas hasil pembangunan dapat dipertahankan selama masa operasional, sekaligus meminimalkan potensi gangguan terhadap pelayanan jalan tol.
Sebagai salah satu BUJT yang berperan dalam pengembangan dan pengelolaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Hutama Karya senantiasa mengedepankan kualitas konstruksi dan pemenuhan standar pelayanan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menghadirkan konektivitas yang berkelanjutan.
Melalui pengelolaan infrastruktur yang terintegrasi, perusahaan berupaya memastikan jalan tol tidak hanya mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat aksesibilitas dan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah Sumatra.
Hutama Karya akan terus memperkuat sinergi dengan Kementerian PU dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan infrastruktur jalan tol yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan.
Komitmen ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pencapaian Asta Cita, khususnya melalui penguatan konektivitas dan pemerataan pembangunan, sekaligus mewujudkan semangat Melayani Sepenuh Hati melalui peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Rls/*)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.