JAMBI – Aktivis disabilitas Destina Mae Tika berkolaborasi dengan Komite SLB Sri Soedewi Jambi menggelar nonton bareng (nobar) Film Istimewa di Cinema XXI WTC Batanghari, Kota Jambi, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mengedukasi masyarakat tentang kesetaraan dan inklusivitas bagi penyandang disabilitas.

Kegiatan tersebut melibatkan siswa SLB dan keluarga, serta membuka partisipasi bagi masyarakat umum, mahasiswa, dan pemerintah. Melalui film, peserta diharapkan dapat memahami kehidupan penyandang disabilitas dan pentingnya memberikan kesempatan yang setara bagi setiap orang.

Destina Mae Tika merupakan penyandang disabilitas daksa yang bekerja di salah satu badan usaha milik negara (BUMN) di Jawa Barat melalui jalur rekrutmen khusus disabilitas.

Di luar pekerjaannya, Tika aktif dalam sejumlah komunitas dan menjadi anggota Rumah Istimewa Indonesia, komunitas yang didirikan Ayah Mansuri.

Berangkat dari pengalaman pribadi dan keterlibatannya dalam komunitas, Tika ingin memperluas edukasi mengenai disabilitas melalui kolaborasi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Sebagai penggagas sekaligus koordinator kegiatan, Tika berharap Jambi dapat menjadi provinsi yang benar-benar inklusif. Menurutnya, inklusivitas tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial atau peringatan tahunan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tujuan saya murni mengadakan kolaborasi bersama Komite SLB Sri Soedewi. Saya ingin Jambi menjadi provinsi yang benar-benar inklusif, bukan hanya sekadar event tahunan. Tidak hanya SLB, saya juga melibatkan masyarakat umum, mahasiswa, dan pemerintah,” ungkap Tika.

Bagi Tika, nobar Film Istimewa bukan sekadar kegiatan menonton bersama, melainkan juga upaya membuka ruang partisipasi bagi anak-anak penyandang disabilitas.

Mereka berhak menikmati ruang publik, berinteraksi dengan masyarakat, serta mengikuti kegiatan sosial tanpa dipandang sebelah mata.

Melalui kegiatan ini, Tika ingin mempertemukan siswa SLB dan masyarakat umum dalam suasana yang setara. Interaksi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenal dunia disabilitas lebih dekat sekaligus memahami bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi, cita-cita, dan hak yang sama untuk diterima serta dihargai.

Inklusivitas, menurut semangat kegiatan ini, bukan sekadar menumbuhkan rasa simpati, melainkan membangun sikap saling menghargai, memberikan kesempatan yang setara, dan menciptakan lingkungan yang memungkinkan setiap orang berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain mendorong edukasi tentang disabilitas, kegiatan nobar ini juga menjadi bentuk dukungan Tika terhadap Ayah Mansuri selaku produser Film Istimewa.

Sebagai anggota Rumah Istimewa Indonesia, Tika ingin membantu memperluas jangkauan karya yang mengangkat isu disabilitas agar pesan tentang keberagaman, penerimaan, dan kesetaraan dapat dikenal lebih luas.

Tika mengenal Ayah Mansuri sebagai sosok ayah bagi anak-anak istimewa di Indonesia. Melalui dukungan terhadap film tersebut, ia berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menerima dan menghargai penyandang disabilitas sebagai bagian dari kehidupan sosial.

Kolaborasi dengan Komite SLB Sri Soedewi Jambi diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas edukasi inklusivitas di Jambi. Keterlibatan sekolah, keluarga, mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah diperlukan agar upaya tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan.

Tika berharap kolaborasi serupa dapat terus berkembang sehingga tercipta lingkungan yang ramah dan setara bagi penyandang disabilitas. Dengan demikian, setiap orang memiliki kesempatan untuk hadir, berpartisipasi, dan menjadi bagian dari masyarakat tanpa diskriminasi. (Rls/*)