​JAMBI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi terus berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda. Komitmen ini diwujudkan melalui program edukasi bertajuk “OJK Jambi Berkelana” yang menyasar para mahasiswa baru.

​Kegiatan edukasi keuangan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di STIKES Harapan Ibu Jambi. Acara ini berlangsung di aula Kampus STIKES Harapan Ibu Jambi, pada 2 September 2026.

​Kehadiran tim OJK Jambi disambut antusias oleh jajaran civitas akademika serta ratusan mahasiswa baru yang memenuhi lokasi acara. Para mahasiswa tampak mengenakan seragam putih dengan atribut khas pengenalan kampus.

​Hadir sebagai narasumber utama dalam sosialisasi ini adalah Asisten Manajer OJK Provinsi Jambi, Mayarizka Chandra yang memaparkan materi penting terkait pemahaman dasar pengelolaan keuangan di tingkat perguruan tinggi.

​Dalam pemaparannya, Mayarizka Chandra menjelaskan secara komprehensif mengenai tugas utama dan fungsi keberadaan Otoritas Jasa Keuangan di Indonesia. Hal ini bertujuan agar mahasiswa memahami peran OJK dalam mengawasi industri jasa keuangan.

​Selain mengenalkan OJK, materi dilanjutkan dengan pentingnya perencanaan keuangan (financial planning) bagi mahasiswa baru. Keterampilan mengelola uang saku menjadi modal krusial dalam menghadapi kehidupan perkuliahan.

“Untuk para mahasiswa agar mulai bijak dalam mengatur skala prioritas kebutuhan harian dibanding keinginan. Pengelolaan keuangan yang sehat sejak dini dapat membentengi diri dari perilaku konsumtif yang berlebihan,” imbaunya.

​Fokus pembahasan yang tak kalah penting dalam kegiatan ini adalah kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal. Mahasiswa diminta untuk lebih berhati-hati agar tidak terjerat dalam berbagai skema pinjaman online ilegal maupun investasi bodong.

​OJK Jambi menyoroti bahwa modus penipuan keuangan saat ini semakin canggih dan beragam di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Karena itu, pemahaman kritis terhadap penawaran finansial sangat diperlukan.

​Beberapa modus penipuan yang sering marak di masyarakat antara lain aksi menyamar sebagai perusahaan atau lembaga resmi (impersonation). Modus ini kerap memanfaat kecerobohan korban yang kurang teliti memeriksa legalitas.

​Selain itu, ditunjukkan pula maraknya modus deposit di e-commerce palsu serta penawaran lowongan kerja part-time bodong yang merugikan. Modus lain seperti investasi kripto abal-abal juga menjadi perhatian serius.

“​Trik penipuan yang kini marak menyasar anak muda meliputi tugas berbayar dengan mengeklik atau menonton iklan di media sosial seperti YouTube, TikTok, dan Facebook. Modus-modus ini sering kali menjanjikan keuntungan cepat namun berujung kerugian materiil,” sebut Maya.

​Guna memberikan pemahaman yang menyeluruh, disampaikan pula daftar beberapa kegiatan usaha ilegal yang telah resmi dihentikan oleh Satgas PASTI. Penindakan ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari potensi kerugian yang lebih besar.

​Melalui edukasi ini, OJK Jambi berharap para mahasiswa baru STIKES Harapan Ibu Jambi mampu menjadi agen literasi keuangan bagi lingkungan sekitar. Pengetahuan yang didapat diharapkan bisa memagari diri serta keluarga dari potensi penipuan keuangan.

​Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat apresiasi dan sesi foto bersama antara narasumber OJK Jambi dengan peserta. Suasana keakraban menutup rangkaian sosialisasi edukasi keuangan tersebut. (Bjs/*)