​JOGJA – Bank Indonesia (BI) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pemahaman publik secara menyeluruh. Upaya ini dilakukan melalui pemahaman mengenai transformasi kelembagaan dan kebijakan bank sentral.

​Langkah strategis tersebut diwujudkan lewat sinergi erat dengan insan media serta jajaran protokol pemerintah daerah. Kolaborasi ini menjadi pilar penting dalam menyampaikan informasi kebijakan kepada masyarakat luas.

​Hal tersebut disampaikan secara langsung dalam kegiatan Capacity Building Forum Wartawan Ekonomi Bisnis (Forweb) dan Protokol. Acara ini mengusung tema khusus mengenai transformasi bank sentral.

​Kegiatan peningkatan kapasitas ini mengangkat tema besar bertajuk “Transformasi Bank Sentral melalui Amandemen UU P2SK”. Acara resmi digelar di Hotel Melia, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Jumat (2/10/2026).

​Pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas yang sangat bernilai. Sasaran utamanya adalah para wartawan ekonomi bisnis serta protokol pemerintah daerah.

​Melalui forum ini, para peserta diajak memahami lebih mendalam mengenai peran dan tugas bank sentral. Selain itu, arah transformasi Bank Indonesia pasca perubahan regulasi juga dikupas tuntas.

​Perubahan regulasi yang dimaksud merujuk pada amandemen Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau yang dikenal sebagai UU P2SK. Regulasi ini membawa banyak penyesuaian penting bagi kelembagaan.

​Kepala Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Robby Fathir Nashry, turut hadir memberikan pandangannya. Ia mengatakan bahwa sinergi lintas sektor memiliki peran vital.

​Menurutnya, kolaborasi antara Bank Indonesia, media, dan protokol pemerintah daerah memegang kunci utama. Sinergi ini memastikan informasi dapat tersampaikan kepada masyarakat secara tepat sasaran.

​Robby menjelaskan bahwa media memiliki posisi yang sangat strategis. Insan media berfungsi sebagai penghubung informasi kebijakan ekonomi kepada khalayak.

​Di sisi lain, protokol pemerintah memiliki andil besar dalam mendukung penyampaian informasi. Mereka juga berperan mengawal berbagai agenda penting dari para pemimpin daerah.

​”Bersinergi dan berkolaborasi antara Bank Indonesia, media dan protokol pemerintah Provinsi Jambi karena insan media adalah pembisik bagi masyarakat dan protokol merupakan pembisik para pemimpin daerah,” ujar Robby.

​Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa Bank Indonesia ingin memperkenalkan langkah-langkah strategis secara lebih luas. Langkah ini mencakup berbagai upaya penguatan peran dan fungsi bank sentral di tengah masyarakat.

​”Kami Bank Indonesia ingin memperkenalkan lebih jauh apa saja yang diperbuat dan diperkuat,” ungkapnya di tengah jalannya acara.

​Robby menaruh harapan besar terhadap pelaksanaan kegiatan capacity building ini. Ia tidak ingin forum tersebut sekadar menjadi tempat berbagi informasi semata.

​Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendongkrak tingkat pemahaman peserta. Terutama pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi masing-masing pihak yang terlibat.

​”Kami harapkan dengan adanya kegiatan ini mendapatkan pemahaman tugas yang baik,” kata Robby menambahkan dengan nada optimis.
​Peningkatan pemahaman di kalangan wartawan ekonomi bisnis dan protokol pemerintah dinilai sangat krusial. Hal ini akan membantu terciptanya pola komunikasi publik yang jauh lebih efektif ke depan.

​Efektivitas komunikasi tersebut terutama diperlukan dalam menyampaikan berbagai kebijakan moneter. Perkembangan sektor ekonomi juga bisa disebarluaskan dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.

​Lebih jauh lagi, Robby memberikan penekanan khusus pada tujuan akhir dari penguatan sinergi ini. Kolaborasi tersebut pada akhirnya diharapkan mampu mendatangkan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

​”Di samping itu diharapkan bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Jambi,” tegasnya menutup pemaparan.

​Melalui penyelenggaraan forum edukatif ini, Bank Indonesia menaruh harapan besar. Komunikasi yang terjalin antara bank sentral, pemerintah daerah, dan media massa dapat terus diperkuat dari waktu ke waktu.

​Dengan terbangunnya komunikasi yang solid, berbagai informasi penting dapat tersalurkan dengan baik. Informasi seputar kebijakan moneter, sistem pembayaran, hingga stabilitas sistem keuangan akan diterima masyarakat secara utuh. (Kho/*)