JAMBI – Bank Jambi terus memperlihatkan komitmen kuatnya dalam menghadirkan layanan perbankan digital yang aman serta andal bagi seluruh masyarakat. Langkah ini diambil menyusul insiden siber yang sempat terjadi beberapa waktu lalu pada sistem layanan mereka.

Saat ini, pihak manajemen tengah mengebut proses penyempurnaan serta optimalisasi aplikasi mobile banking secara menyeluruh. Targetnya, seluruh operasional layanan digital tersebut dapat kembali rampung sepenuhnya pada akhir tahun ini.

​Komisaris Utama Bank Jambi, Sudirman, menjelaskan bahwa proses pembenahan ini murni bertujuan untuk meningkatkan sistem keamanan demi perlindungan nasabah.

​Seluruh tahapan pembenahan tersebut wajib memenuhi kualifikasi ketat yang telah ditetapkan oleh pihak Bank Indonesia (BI).

​”Bukan hambatan, tapi lebih pada pengamanan. Karena untuk buka atau tutupnya operasional perbankan khusus transaksi itu ada di Bank Indonesia,” kata Sudirman, Rabu (16/09/2026).

​Ia menambahkan bahwa BI telah memberikan petunjuk teknis yang saat ini sedang ditindaklanjuti secara serius oleh Bank Jambi. Saat ini, ekosistem mobile banking Bank Jambi masih berada pada tahap transaksi internal atau On Us.

​Hal ini berarti nasabah tetap bisa menerima dana transfer dari bank lain, sementara fitur transfer keluar masih disempurnakan.

​Demi mempercepat proses ini, seluruh pemangku kepentingan terus mendorong penyelesaian agar layanan transaksi eksternal segera aktif. Pemangku kepentingan tersebut meliputi Dewan Komisaris, Direktur Utama, pemegang saham, hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

​”Kita targetkan penyelesaian pembenahan ini secara bertahap pada September, Oktober, November, hingga batas akhirnya di Desember,” tegas Sudirman.

​Bank Indonesia tentu harus memastikan bahwa sistem keamanan ini benar-benar matang sebelum dioperasikan secara penuh.

​Terkait keluhan penurunan saldo nasabah seperti PNS, Sudirman menilai hal itu sebagai dinamika sementara dalam transaksi.

​Kesetiaan nasabah terhadap Bank Jambi diklaim tetap tinggi karena tidak ada satupun rekening yang ditutup. Penurunan saldo terjadi murni karena nasabah memindahkan sebagian dana secara manual untuk keperluan transaksi harian.

​Pemindahan manual ini dilakukan sementara waktu sembari menunggu fitur transfer antar-bank selesai diperbaiki sepenuhnya.

​Di sisi lain, Sudirman juga menepis isu nasional terkait rencana pemindahan dana PNS ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). ​Ia memastikan Menteri Keuangan telah memberikan pernyataan resmi bahwa kebijakan pemindahan dana tersebut tidak akan terjadi.

​Kepastian ini memberikan angin segar bagi seluruh Bank Pembangunan Daerah, termasuk Bank Jambi, dalam mengelola dana. Dengan perbaikan sistem yang matang, Bank Jambi optimis layanan digital ke depannya akan jauh lebih maksimal dan aman. (Rls/*)