MERANGIN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin mengalihkan pembelajaran tatap muka bagi siswa jenjang TK, SD, hingga SMP menjadi pembelajaran daring selama 3 hari.
Kebijakan ini mulai berlaku 8-10 September 2026.
Keputusan tersebut diambil sebagai langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan siswa di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap dan meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Bupati Merangin M. Syukur mengatakan, proses belajar mengajar tetap berjalan meski dilakukan secara daring.
Kebijakan tersebut akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi udara.
“Pendidikan dan proses belajar tidak berhenti. Namun, untuk keselamatan anak-anak, aktivitas belajar tatap muka sementara dialihkan penuh secara daring selama tiga hari, mulai besok Selasa hingga Kamis. Perkembangannya akan terus kita evaluasi,” kata Syukur usai memimpin rapat koordinasi lintas sektor di ruang kerjanya, Senin (7/9).
Menurut Syukur, kebijakan itu didasarkan pada laporan Dinas Kesehatan mengenai peningkatan kasus ISPA serta kondisi kualitas udara yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, dan Damkar.
“Ini adalah tindakan pencegahan untuk memprioritaskan keselamatan dan kesehatan anak-anak kita. Udara saat ini sudah tidak sehat akibat asap kiriman yang tidak bisa kita kontrol,” ujarnya.
Syukur juga menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin menerbitkan surat edaran kepada seluruh sekolah untuk segera memfasilitasi pembelajaran jarak jauh.
Selain mengalihkan pembelajaran, Pemkab Merangin mengambil langkah untuk mencegah meluasnya kabut asap.
Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), pemerintah daerah menerbitkan edaran kepada seluruh kepala desa agar melarang warga melakukan pembakaran lahan.
“Situasi cuaca sangat panas dan tidak kondusif, sehingga sedikit saja api dinyalakan bisa memicu kebakaran besar. Ini bukan lagi soal kearifan lokal. Apalagi, hampir seluruh kejadian kebakaran terindikasi ada unsur kesengajaan,” katanya.
Syukur juga meminta BPBD, Damkar, dan Kesbangpol menindaklanjuti laporan terkait pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja.
“Tolong laporkan siapa saja yang sengaja membakar. Jangan sampai ulah segelintir orang mengorbankan kesehatan masyarakat luas,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.