MUAROJAMBI – Warga Perumahan Florina Hills, Sungai Duren, dihadapkan pada situasi krisis air bersih setelah aliran air PDAM di kawasan tersebut dilaporkan mati total.

Kondisi matinya aliran air ini sudah berlangsung selama sepuluh hari tanpa adanya kejelasan penyelesaian dari pihak terkait.

Situasi menjadi semakin pelik dan menguji kesabaran warga karena peristiwa ini terjadi di tengah kondisi cuaca panas.

Akibat dari terhentinya pasokan air tersebut, emak-emak atau para ibu rumah tangga di Perumahan Florina Hills mendatangi langsung kantor PDAM Sungai Duren.

Aksi geruduk ini dilakukan secara bersama-sama dalam jumlah yang ramai untuk menyampaikan bentuk protes dan kekecewaan mendalam.

Salah satu hal yang membuat warga merasa sangat geram adalah ketimpangan distribusi air, di mana perumahan atau wilayah lain masih tetap hidup aliran airnya.

“Sudah selama 10 hari, air PDAM mati total. Katanya perbaikan ini lah itu lah, tapi perumahan yang lain hidup, kan aneh,” kata Titin, salah satu warga perumahan tersebut, Selasa (01/09/2026).

Warga menilai alasan perbaikan yang disampaikan pihak PDAM terasa ganjil karena perumahan di belakang mereka justru mendapatkan aliran air yang deras.

Pihak PDAM sempat memberikan berbagai alasan terkait gangguan ini, mulai dari dalih perbaikan ini dan itu hingga alasan adanya perbaikan listrik.

Namun, penjelasan tersebut dinilai tidak masuk akal oleh warga karena pemadaman total hanya terjadi di tempat mereka saja, sementara wilayah lain tetap normal.

“Kami tadi ramai-ramai mendatangi Kantor PDAM Sungai Duren, katanya air mati alasannya perbaikan listrik, tapi di perumahan belakang deras,” ungkapnya.

Dalam kedatangan mereka ke kantor PDAM Sungai Duren, warga secara tegas meminta agar instansi tersebut segera diaudit kinerjanya.

Warga mengungkapkan bahwa masalah air ini bukan kali ini saja terjadi, sebab dalam kondisi normal atau tidak kemarau pun air sering kali hanya hidup pada tengah malam.

Kini, di tengah musim kemarau yang menyulitkan, pasokan air justru dimatikan secara total khusus di tempat tinggal mereka.

Melalui aksi dan aduan ini, warga berharap agar suara mereka mendapat perhatian luas dan pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas untuk mengatasi kinerja PDAM yang dinilai sangat parah.

Menanggapi hal tersebut, pihak PDAM Unit Sungai Duren melalui Staf Distribusi, Teguh menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang terdampak. Menurutnya, matinya air karena gangguan kelistrikan diinstalasi PDAM, serta adanya pipa yang bocor.

“Mohon maaf ada gangguan kelistrikan di instalasi PDAM kami, serta ada pipa bocor, mudah-mudahan kalau tidak ada gangguan lain, insyaallah malam ini air sudah mengalir kembali,” ucapnya. (Bjs/*)