JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) membukukan laba bersih konsolidasi mencapai 174,96 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Semester I 2026.
Capaian tersebut ditopang segmen pengoperasian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang kini menjadi kontributor laba utama, seiring keputusan perusahaan lebih selektif dalam mengambil kontrak konstruksi demi menjaga kualitas neraca.
Kinerja tersebut dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Semester I 2026 Hutama Karya yang digelar di Jakarta, Selasa (21/7), dihadiri jajaran Direksi dan Dewan Komisaris perseroan. Forum ini menjadi ruang evaluasi capaian paruh pertama sekaligus penyelarasan arah strategis perusahaan hingga akhir tahun.
“Capaian laba Semester I 2026 menegaskan bahwa transformasi Hutama Karya berjalan pada arah yang tepat. Saat kontribusi JTTS semakin besar sebagai sumber pendapatan berulang, kami juga tetap disiplin menjaga kualitas order book dan kesehatan neraca,” jelas Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi unaudited per 30 Juni 2026, nilai kontrak baru yang diperoleh sepanjang Semester I 2026 sebesar Rp6,30 triliun atau naik 22,1 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. Perolehan tersebut berasal dari proyek jalan, jembatan, gedung, sumber daya air, manufaktur, serta Operation & Maintenance (O&M) jalan tol.
Lebih lanjut ekuitas perusahaan juga naik 2,30 persen YoY dan mencapai 101,49 persen dari target RKAP, sementara utang turun 11,49 persen YoY. Penurunan utang melanjutkan tren deleveraging yang berjalan sejak 2024 dan memperkuat struktur permodalan perusahaan. Adapun pendapatan tercatat 81,83 persen dari target RKAP. Capaian ini melanjutkan tren Triwulan I 2026 yang juga melampaui target.
Struktur laba ini mencerminkan pergeseran model bisnis Hutama Karya dari kontraktor murni menuju pengembang sekaligus operator infrastruktur, dengan porsi pendapatan berulang (recurring) yang membesar seiring bertambahnya ruas tol operasi.
Adapun rasio harga pokok penjualan (HPP) tercatat 81,86 persen dari pendapatan, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari segmen pengoperasian jalan tol dan anak usaha.
Order book perusahaan hingga akhir Triwulan II 2026 tercatat naik 6,24 persen dibandingkan posisi Triwulan I 2026, dengan mayoritas berasal dari proyek pemerintah. Pada penugasan strategis, Hutama Karya menambah 24,4 km ruas tol baru sepanjang Triwulan II 2026, yakni Betung–Jambi (16,8 km), Palembang–Betung (4,5 km), dan Rengat–Pekanbaru (3,1 km) atau 2,4 kali lipat dibanding penambahan 10,1 km pada Triwulan I 2026. Dengan demikian, kumulatif JTTS yang telah dibangun mencapai 1.117,6 km.
Ruas Palembang–Betung dan Betung–Jambi Seksi 1 ditargetkan beroperasi pada akhir 2026. Sementara, dari sisi operasional, trafik JTTS terus menunjukkan tren positif. Pada Semester I 2026 trafik JTTS tercatat 17 juta kendaraan, naik 16 persen dibanding tahun lalu.
Secara keseluruhan, kinerja Semester I 2026 mencerminkan transisi Hutama Karya dari orientasi pertumbuhan volume menuju kualitas laba dan kesehatan neraca. Laba yang melampaui target, kontrak baru yang tumbuh 22,1 persen, serta utang yang terus menurun menempatkan perusahaan pada posisi lebih siap menghadapi paruh kedua 2026. (Rls/*)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.