SUNGAIPENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh kembali menegaskan komitmennya menjaga adat dan budaya sebagai bagian penting pembangunan daerah melalui pelaksanaan Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh di Tanah Mendapo, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab” itu berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, unsur pemerintah, serta berbagai elemen masyarakat.

Pada prosesi adat tersebut, Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh menganugerahkan sejumlah gelar kehormatan kepada kepala daerah sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam menjaga nilai budaya dan mendukung pembangunan daerah.

Wali Kota Sungai Penuh Alfin menerima gelar Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh. Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian menerima gelar Depati Setyo Negroi Tanoh Sunge Pnoh.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris memperoleh gelar Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh dan Bupati Kerinci Monadi menerima gelar Depati Sinaro Bumi Sakti.

Wali Kota Alfin menyampaikan apresiasi kepada para pemangku adat atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, gelar adat tersebut menjadi amanah untuk terus menjaga dan melestarikan nilai budaya di tengah perkembangan zaman.

Ia menegaskan pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya karena adat menjadi fondasi karakter masyarakat sekaligus identitas daerah.

Selain prosesi adat, Kenduri Sko 6 Luhah juga menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional yang menggambarkan kekayaan budaya masyarakat Sungai Penuh. Antusiasme warga terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat yang mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap sinergi antara pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat terus terjaga untuk memperkuat persatuan serta melestarikan warisan budaya daerah.(Pro)