MERANGIN – Bupati Merangin M. Syukur meminta seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menegaskan tidak boleh ada pembakaran lahan dengan alasan apa pun.

“Pembakaran lahan adalah perbuatan yang melanggar hukum dan merugikan banyak pihak. Mari kita gunakan cara-cara yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab,” ujar M. Syukur saat memimpin Apel Siaga Darurat Bencana Karhutla 2026 di halaman Kantor Bupati Merangin, Senin (7/9/2026).

Apel tersebut diikuti Tim Damkar, BPBD, Dinas Sosial, Satpol PP, Dinas Kesehatan, camat, dan lurah. Kegiatan itu digelar untuk memperkuat kesiapsiagaan serta koordinasi lintas sektor menghadapi ancaman karhutla.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam apel, hingga saat ini terdapat 432 titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Merangin. Luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 31,3 hektar.

Menyikapi kondisi tersebut, M. Syukur meminta seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan dan menghentikan praktik pembakaran lahan, termasuk untuk pembukaan lahan pertanian maupun perkebunan.

Ia juga meminta camat, kepala desa, dan lurah aktif memantau wilayah masing-masing serta melibatkan masyarakat dalam mendeteksi dan melaporkan titik api maupun kepulan asap yang mencurigakan.

“Seluruh tim tanggap darurat harus siaga 24 jam. Pastikan peralatan pemadam, sumber air, jalur evakuasi, dan kebutuhan lainnya tersedia. Patroli di wilayah rawan juga harus terus ditingkatkan,” katanya.

Selain kesiapsiagaan, pemerintah daerah akan memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla. Kebakaran tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga dapat mengancam kesehatan, mengganggu aktivitas ekonomi, dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

M. Syukur menegaskan penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurut dia, pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Saya meminta kepada seluruh elemen masyarakat dan aparat di Kabupaten Merangin untuk segera beraksi: waspada, cegah, dan padami segala potensi karhutla sekarang juga. Jangan biarkan satu hektar pun hutan dan lahan kita hangus terbakar,” tegasnya. (Madi/van/Kominfo)